Penanggulangan kemiskinan bukan hanya soal uang, tetapi juga sosial, ekonomi, lingkungan, dan budaya. Kami menyatukan 6 pilar kekuatan untuk solusi menyeluruh.
Sinergi Pemerintah Daerah bersama Instansi Vertikal untuk intervensi kebijakan, anggaran, dan keamanan.
Peran Perguruan Tinggi melalui riset dan pengabdian masyarakat untuk mengubah mindset dan meningkatkan kapasitas SDM, dan berperan dalam riset evidence-based, KKN Tematik, dan inovasi teknologi tepat guna.
Sektor swasta, BUMN, dan UMKM yang membantu lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) dan penyerapan tenaga kerja.
Kekuatan masyarakat sipil (NGO, Baznas, Ormas) dan peran Media Massa sebagai kontrol sosial dan amplifier informasi.
Peran Baznas, Lazis, Gotong Royong Warga & lainnya. Menangani bantuan darurat (H-0), bedah rumah swadaya, dan kepedulian tetangga.
Edukasi publik, pengawasan transparansi bantuan, dan membangun budaya malu miskin (mentalitas).
Teknologi hanyalah alat. Kepedulian dan ketepatan sasaran adalah kunci keberhasilan pengentasan kemiskinan di Banyuwangi.
Berkat sinergi data dan intervensi program yang tepat sasaran, Kabupaten Banyuwangi berhasil menekan angka kemiskinan secara konsisten dalam 5 tahun terakhir. Kami fokus pada penyelesaian akar masalah, bukan sekadar bantuan sesaat.
Perjalanan panjang penyempurnaan data kemiskinan di Banyuwangi, mengikuti standar nasional untuk ketepatan sasaran yang lebih presisi.
Basis Data Terpadu hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011. Awal mula integrasi data perlindungan sosial secara nasional.
Pemutakhiran Basis Data Terpadu (Sensus masif oleh BPS). Menjadi pondasi data kemiskinan selama beberapa tahun berikutnya.
Transformasi menjadi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang dikelola Kemensos. Mulai menerapkan verifikasi berkala melalui SIKS-NG.
Registrasi Sosial Ekonomi. Sensus super-lengkap mencakup seluruh penduduk (bukan hanya warga miskin) untuk memetakan profil kesejahteraan.
Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Fokus tajam (By Name By Address) pada desil terbawah untuk target 0% kemiskinan ekstrem.
Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Ekonomi Nasional. Integrasi final sesuai Instruksi Presiden, yaitu Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional
Transformasi data statis menjadi wawasan dinamis. Kami menghubungkan setiap titik data dari desa hingga kabupaten untuk menciptakan ekosistem penanganan kemiskinan yang responsif.
Lintas Sektoral
Sinkronisasi Data
Tepat Sasaran
Fitur unggulan yang dirancang untuk transparansi dan akuntabilitas publik.
Mekanisme pelaporan dan penanganan yang dirancang untuk memotong birokrasi, memastikan warga mendapat bantuan darurat segera.
Fitur pencarian mandiri bagi warga untuk memeriksa apakah terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (Bansos) atau tidak.
Peta interaktif yang menampilkan gradasi warna zona kemiskinan (Heatmap) dan lokasi titik koordinat penerima manfaat.